Deddy Mizwwar - Presiden? Why not?
Posted by layong on 26 February 2009
Aktor Senior Deddy Mizwar mencalonkan diri sebagai Capres pada Pilpres mendatang. Fenomena ini seakan menguatkan para artis yang sudah tidak begitu aktif di dunia perfilman. Tapi, yang aneh seorang Deddy Mizwar, yang masih aktif dan boleh dikatakan rejekinya belum sepi omset ikut dalam pilpres mendatang. Ada apa gerangan? Ini yang membuat saya penasaran.
Ok. Kita mulai dengan biodata Pak Deddy Mizwar terlebih dulu. Ada pepatah “kalau tidak kenal, maka tidak sayang”.
Nama : Deddy Mizwar
Lahir : Jakarta, 5 Maret 1955
Isteri : Giselawaty Wiranegara
Anak : Senandung Nacita dan Zulfikar Rakita
Prestasi :
* Aktor Terbaik FFI dalam Arie Hanggara (1986)
* Pemeran Pembantu Terbaik FFI dalam Opera Jakarta (1986)
* Aktor Terbaik FFI dalam Naga Bonar (1987)
* Pemeran Pembantu Terbaik FFI dalam kuberikan segalanya (1987)
* Pemeran Pembantu Piala Terbaik Piala Vidia FSI dalam Vonis Kepagian (1996)
* Aktor Terbaik dan Sutradara Terbaik sekaligus Sinetron Terbaik FSI dalam Mat Angin (1999)
(data didapatkan dari: http://www.ghabo.com/gpedia/index.php/Deddy_Mizwar)
Saya tidak memberikan data film-film apa saja yang telah beliau bintangi, karena tujuan saya Cuma ingin mengupas mengapa beliau ingin jadi capres di pilpres mendatang.
Mengapa Deddy Mizwar mau maju dalam pilpres 2009? Berikut beberapa pernyataan dari orang-orang yang mendeklarasikan mendukung Deddy Mizwar maju sebagai capres dalam pilpres 2009.
Pernyataan dari Ketua Dewan Pengarah Pemenangan Deddy Mizwar for President, Mukhlis Gumilang:
“Kita semua sepakat kenapa setelah merdeka sekian lama, kok nasib rakyat gitu-gitu aja. Akhirnya, kita berfikir semua ini karena kita memilih pemimpin yang salah. Semantara Pilpres 2009 yang kita harapkan menjadi titik perubahan, ternyata didominasi oleg capres itu-itu saja,” papar Mukhlis.
“Setelah kita pikir, siapa yang kira-kira bisa didorong sebagai capres alternatif memecah kebuntuan masyarakat ini, kita mentok. Akhirnya, dengan pengalamannya yang ada, kita sepakat mendorong Deddy Mizwar. Kita meyakini dia punya komitmen dan hati nurani untuk memperbaiki nasib bangsa ini,” jelas Mukhlis.
http://pemilu.detiknews.com/read/2009/02/26/105736/1090852/700/deddy-mizwar-didorong-maju-capres-sejak-3-bulan-lalu
Kalau dari pernyataan Pak Mukhlis diatas, ada beberapa point mengapa Deddy mizwar dicalonkan menjadi capres:
1. Pemilu yang sekarang tetap didominasi oleh calon-calon yang sudah pernah dalam 10 tahun terakhir muncul di setiap pemilu.
2. Belum ada pemimpin bangsa ini yang mampu membawa perubahan yang diinginkan.
3. Seorang Deddy Mizwar dinilai punya kapasitas menjadi presiden karena beliau punya komitmen yang baik dan hati nurani memperbaiki nasib bangsa ini.
Berarti, (asumsi dari saya) Pak Deddy M. mempunyai kapasitas lebih ketimbang capres yang lain, serta ada sebagian kecil rakyat Indonesia yang tidak puas dengan capres yang ada sehingga terus mencari figure yang lebih baik. Mungkinkah yang rakyat cari adalah seorang Deddy Mizwar? Hmm… belum ada penjelasan, sebab Pak Deddy Mizwar belum pernah terjun ke dunia politik, sehingga buat sebagian besar kalangan, beliau dinilai belum mempunyai kapasitas.
Dalam pengamatan saya, ada beberapa scenario jika Pak Deddy Mizwar bisa terpilih menjadi presiden, adalah:
1. Beliau benar-benar dinilai pantas oleh sebagian besar rakyat Indonesia cocok menjadi presiden.
2. Beliau bisa menjadi presiden karena populitasnya sebagai actor dalam dunia perfilman.
3. Beliau didukung oleh parpol-parpol besar sehingga sebagian pendukung parpol tersebut akan memilih capres dari parpol tersebut.
Apapun alasannya, jika beliau terpilih menjadi presiden, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh beliau. Jangan sampai beliau hanya menjadi boneka dari parpol yang mendukung karena minimnya pengalaman politik beliau. Dan juga, jangan sampai beliau setelah terpilih menjadi lupa dengan janji-janji dia selama kampanye seperti sebagian besar capres-capres yang lalu.
Dan, harapan penulis, pemilu kali ini menjadi pemilu yang menghadirkan seorang sosok pemimpin yang benar-benar peduli dengan nasib bangsa ini, bukan hanya ingin mengeruk harta yang lebih.
Terima kasih atas para pembaca yang telah membaca tulisan ini.
Posted in Tak Berkategori | No Comments »